Mengenal Bima dari Busananya

Bima atau Raden Bratasena, atau disebut juga Raden Werkudara, tokoh ini terkenal polos dan jujur, tetapi dikenal juga sebagai tokoh ya tidak mengenal sopan santun meski pada kepada sesepuhnya. Pun demikian, tokoh ini mampu menjadi tokoh yang dapat mencapai tingkat keluhuran manusia, kesadaran penuh manusia pada asal-usul manusia sendiri dan tujuan manusia menjalani hidup di dunia.

Berdasarkan tulisan Bapak Sularno, yang berjudul : WAYANG KULIT PURWA GAYA SURAKARTA DAN WAYANG KULIT PURWA GAYA YOGYAKARTA DITINJAU DARI BENTUK VISUALNYA, diterangkan bahwa busana yang dipakai Bima merupakan wujud kepribadian Bima dalam kehidupannya. Dalam tulisan tersebut diterangkan sebagai berikut :

Busana Bima

Gelung Minangkara Cinandhi Rengga endhek ngarep dhuwur mburi, artinya R. Wrekudara merupakan ksatria yang tidak senang pamer dan sombong mengenai kepandaian yang dipahami serta dapat menunjukkan dirinya sebagai makhluk Tuhan, dan juga Tuhan sebagai penguasa yang harus disembah.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

Pupuk Mas Rineka Jaroting Asem, artinya pupuk mas ( Perhiasan ) yang berada pada dahi R.Wrekudara seperti akar pohon asem yang wujudnya rumit, mewujudkan bahwa R. Wrekudara memiliki akal pikiran yang sangat maju.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Sumping Pudhak Sinumpet, artinya R. Wrekudara memiliki pengetahuan agama yang dalam tetapi disembunyikan, seperti layaknya orang bodoh namun sesungguhnya pengertian R. Wrekudara ibarat luasnya samodra.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Anting-anting Panunggul Maniking Toya, artinya R.Wrekudara adalah orang yang memiliki pandangan yang luas sehingga sulit untuk ditipu.( CEMPALA Edisi 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Kelat Bau Rineka Balibar Manggis Binelah Tekan Kendhagane trus njaba njerone, Binasakake bawa leksana, datan kersa ngoncati pangandikan kang wus kaweca, artinya perhiasan yang dikenakan di lengan R. Wrekudara seperti belahan buah manggis yang melambangkan orang yang teguh terhadap janjinya.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Gelang Candrakirana, artinya gelang yang dipakai oleh R. Wrekudara berwujud seperti bulan purnama, sebagai symbol orang yang memiliki pengetahuan yang benar serta luas yang digunakan untuk diamalkan kepada sesama.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Kuku Pancanaka, artinya lima kuku yang sama panjangnya pertanda bahwa R. Wrekudara adalah orang yang mampu menyimpan berbagai macam pengetahuan serta sebagai pelindung para pandawa.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Kampuh Poleng Bang Bintulu, kampuh yang mempunyai 4 macam warna di dalamnya. Pewarnaan kampuh yang berjumlah 4 macam tersebut merupakan bentuk simbolisasi dan nafsu manusia, yaitu Lawwamah, Sufiah, Ammarah, dan Mutmainah.”( Effendy Zarkasi dalam Sunarto hal.32 )”. Nafsu merah dari desakan kedugingan yang berasal dari anasir api, nafsu hitam berasal dari anasir tanah, nafsu kuning berasal dari anasir suasana ( udara ) dan nafsu putih yang berasal dari anasir air. Empat nafsu tersebut merupakan pembentuk jasmani. Masing-masing anasir membawa sifat asalnya ( Ki Wahyu Pratista dalam Sunarto hal.32 ). Empat nafsu itu yang menjadi musuh manusia yang harus dikendalikan, atau dikalahkan.

 

Paningset Cindhe Bara Binelah Numpang Wentis Kanan Kering, artinya ikat pinggang cindhe yang dikenakan R. Wrekudara melambangkan orang yang sudah menguasai keyakinan religi dengan tuntas.( CEMPALA Edisi November 1996 dalam Mirasa Basa Jawa hal.57 )

 

Porong Nagaraja Mungwing Dhengkul. Maknanya Bima memegang kebenaran dan memantapkan ilmu diri terhadap kritik dan pendapat orang lain

 


Sudahkan busana kita mencerminkan identitas kita? Memang membutuhkan keberanian untuk tampil beda. Dalam konteks Bima, bukan hanya tampil bedanya yang utama, tetapi ada identitas yang menjadi kharakter Bima. Dengan demikian patut disayangkan jika kita akhirnya terhenti karena tidak punya kharakter dan identitas diri.

World Puppet

Informasi seputar dunia pewayangan

Anoman

Anoman berwujud kera putih dalam kisah Ramayana.

....

Wisanggeni

Wisanggeni adalah cucu Bathara Brahma.

....

Dewi Kunthi

Dewi Kunthi adalah keturunan keluarga Yadawa.

....

1030M

Hanonton ringgit menangis asekal muda hidepan, huwus tohin yan walulang inukir malah abagucap, .......

Demikian dilukiskan oleh Empu Kanwa dalam sastra Arjuna Wiwaha.