Ukuran Wayang Golek Pedhalangan Sunda

Wayang golek dibuat dari kayu, biasanya dibuat dari kayu lame. Dalam pembuatannya tidak bisa sekehendak hati, melainkan harus mengikuti panduan yang sudah disepakati. Panduan itu terdiri dari besar kecilnya wayang, ukiran dan pahatannya, warna sunggingannya, mendangak atau meluruhnya muka, dan lain sebagainya.

Diterangkan dalam buku Padalangan, karya M. A. Salmun, yang dijadikan panduan ukuran dalam satu kotak wayang adalah wayang Arjuna. Ukuran tersebut untuk yang setara, untuk yang lebih besar atau lebih kecil semua dibandingkan ukurannya pada wayang Arjuna.

Berdasarkan besar kecilnya, wayang golek dibagi menjadi delapan kelompok, yaitu :

  1. Badag, contohnya untuk wayang ukuran Bima, Boma dan Burisrawa.
  2. Gede, contohnya Dursasana, Dasamuka, Prahasta.
  3. Sembada, contohnya Gatotkaca, Indrajit, Jayadrata.
  4. Bangbang, contohnya Aswatama, Seta dan Utawa
  5. Langkonyang, contohnya Yudhistira, Arjuna dan Wibisana
  6. Jalantir, contohnya Abhimanyu, Nakula dan Kresna
  7. Lenggik, contohnya wayang para putri.
  8. Leutik, contohnya wayan bayi.

Jenis pengelompokan di atas tentunya tidak harus sama dalam ukuran metrisnya. Misalnya Aswatama dan Seta masuk dalam kelompok bangbang, tetapi Aswatama lebih dekat pada wujud kelompok sembada dan Seta lebih dekat pada kelompok langkonyang.

Ada beberapa sebab wujudnya lebih tinggi bukan karena badannya memang lebih tinggi. Misalnya Suyudana dan Kresna sesungguhnya tidak lebih dari Gatotkaca, Jayadrata, Antareja dan Gandamana dan Indrajit. Hal ini disebabkan karena cempurit-nya lebih panjang dari Gatotkaca, sehingga ketika ditancapkan tetap terlihat lebih tinggi.

Kelompok wayang Arimba, Kumbakarna Buta Penggung, termasuk wayang yang luar biasa, dalam arti disebut sebagai wayang badag pisan.

Kresna walaupun lebih besar dari pada Arjuna karena mempunyai mahkota binukasari dan bentuknya manengadah. Jika besarnya badan tidak lebih seperti Arjuna.



 

E-wayang, disarikan dari buku Padalangan, oleh M. A. Salmun

World Puppet

Informasi seputar dunia pewayangan

Anoman

Anoman berwujud kera putih dalam kisah Ramayana.

....

Wisanggeni

Wisanggeni adalah cucu Bathara Brahma.

....

Dewi Kunthi

Dewi Kunthi adalah keturunan keluarga Yadawa.

....

1379 M

Prabu Ajisaka / Widayaka dari kerajaan Purwacarita membuat Pakem Lakon Dewa Dewa pada tahun a1379 atau 1301 Saka. Sengkalan yang menandai peristiwa ini adalah Ratu Guna Maletik Tunggal.  Nama raja ini tidak terdapat dalam sejarah Indonesia.

 

sumber : pratiwimba adhiluhung